STIKes Nurul Hasanah Kutacane Peduli Masalah Kesehatan Masyarakat di Kabupaten Aceh Tenggara

Aceh Tenggara – Kepedulian STIKes Nurul Hasanah terhadap masalah kesehatan masyarakat diwujudkan melalui pengabdian  kepada masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi yang menjadi tanggung jawab dosen  di seluruh Perguruan Tinggi. Dosen dan Mahasiswa STIKes Nurul Hasanah Kutacane melakukan pengabdian masyarakat tentang Penyakit Rematik dan Asam Urat serta penangganannya di Desa Stambul Jaya Kecamatan Tanoh Alas Kabupaten Aceh Tenggara pada hari Selasa, 12 November 2019. Pengabdian masyarakat tersebut  bertujuan memberdayakan masyarakat melakukan perawatan secara mandiri.  Ibu Yusnaini, M.Kep dan Ibu Yessy Syahradesi, M.Kes adalah dosen STIKes Nurul Hasanah Kutacane yang memberikan penyuluhan tentang penyakit rematik dan asam urat serta penangganannya.

Rasa Nyeri, kekakuan, pembengkakan sendi dan bunyi persendian menjadi kendala utama penderita rematik dan asam urat dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Hal ini dikarenakan  mayoritas masyarakat di Desa Stambul Jaya Kecamatan Tanoh Alas bekerja sebagai petani. Selama ini masyarakat menggunakan obat gosok balsem dan istirahat dalam mengurangi nyeri yang dirasakan. Penangganan yang tepat sangat dibutuhkan masyarakat dalam melakukan perawatan secara mandiri. 

Pemeriksaan harus dilakukan terlebih dahulu sebelum dilatih cara perawatannya.  Masyarakat dilakukan pemeriksaan asam urat dan rematik dengan menggunakan alat digital yang bertujuan mengidentifikasi penderita rematik dan asam urat, sehingga memudahkan pemberian penangganan terhadap penyakit yang diderita.

Masyarakat dilatih membuat ramuan herbal berupa campuran parutan jahe dan minyak kelapa yang dibalurkan  pada bagian persendian yang terasa sakit untuk mengurangi nyeri persendian dan pembengkakan bagi penderita rematik. Sedangkan  ramuan herbal berupa rebusan daun salam dilatih bagi penderita asam urat. Ramuan herbal diharapkan menjadi salah satu alternatif yang digunakan atau dikonsumsi masyarakat sehari-hari.

Masyarakat juga diajarkan latihan fisik atau pergerakan ringan seperti senam persendian, sehingga mencegah terjadinya kekakuan sendi. Masyarakat sangat antusias mengikuti senam persendian, bahkan masyarakat bersedia untuk diadakan senam persendian setiap hari. Oleh karena itu penting bagi tenaga kesehatan berpartisipasi dalam meningkatkan derejat kesehatan masyarakat secara optimal.

Tinggalkan Balasan