Ketua TIM Jakarta Kupas Kesiapan SDM Aceh Hadapi Perkembangan Ekonomi dan Energi Sumaterani

Laporan Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Ketua umum Taman Iskandar Muda (TIM) Jakarta, Dr Ir Surya Darma MBA, Sabtu (7/3/2020) sore hadir di kampus Univeristas Almuslim (Umuslim) Peusangan Bireuen.

Kehadirannya mengisi kuliah umum dengan puluhan mahasiswa di ruang kreatif center aula MA Jangka mengupas kesiapan Aceh menghadapi perkembangan ekonomi dan industri 4.0.

Kabag Humas dan Kemahasiswaan Umuslim, Zulkifli M Kom kepada Serambinews.com, Minggu (08/03/2020)
mengatakan, tema yang dikupas di hadapan ratusan mahasiswa menyangkut kesiapan SDM Aceh menghadapi era disrupsi ekonomi dan energi.

Surya Darma asal Cot Bada, Peusangan dalam pertemuan yang juga dihadiri rektor, wakil rektor serta para dosen menjelaskan, era disrupsi merupakan perubahan yang mendasar atau fundamental, kekacauan, gangguan, masalah yang mengganggu suatu peristiwa.

Revolusi 4.0 mendorong terjadi disrupsi dalam berbagai bidang, seperti perubahan akibat proses digitalisasi dan loT.

“Dewasa ini bisnis yang tidak beradaptasi dengan disrupsi akan bangkrut, contohnya (Kodak, Nokia, Bloskbuster),” ujarnya.

Menurutnya, disrupsi ekonomi merupakan peralihan dari berbagai kondisi ekonomi baik dari sisi pendidikan,komunikasi, kesehatan, perbankan, transportasi, pengadaan, marketing, office dan lain-lain menuju era digitalisasi.

Secara ekonomi membuat gangguan terhadap system yang ada, seperti sekarang ini akan lebih efisien tapi mengancam hilangnya kesempatan kerja, semua digeser dari dunia nyata ke dunia maya.

Contoh industri media, kini mengandalkan pendapatan dari iklan dan langganan online.

Sebentar lagi akan merambah ke kendaraan Iistrik dan bidang energi.

Menghadapi semua perkembangan, apa yang harus dilakukan pemerintah?

Surya Darma menjawab tentunya harus menyiapkan SDM berkualitas, competitive advantage, bukan comparative advantage.

Menghadapi semua ini peluang bagi Aceh yang wilayahnya iklim tropic dan mempunyai hutan yang banyak tersimpan keanekaragaman hayati, jadi berpotensi besar menjadi pusat bio-based economy dunia.

Karena biobased merupakan energi terbarukan dan merupakan unsur terpenting saat ini dan masa depan.

“Peluang ke arah biobased economy harus dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh Aceh, jangan sampai kita
lagi-lagi ketinggalan” jelas Ketua Komisi Energi Dewan Riset Nasional.

Menurut Surya Darma sesuai rilis BPS baru-baru ini provinsi Aceh merupakan daerah peringkat pertama termiskin di Sumatera.

Maka diperlukan persiapan untuk menyiapkan SDM yang kreatif, inovatif dan memiliki self confidence yang tinggi.

Dalam pertemuan tersebut, Plt Rektor Umuslim, Dr Hambali SE MPd serta anggota DPR RI Anwar Idris turut menyampaikan sambutannya. (*)

Sumber : Klik

Tinggalkan Balasan